Analisis Ekonomi Politik dalam Pendayagunaan Sumber Daya Air dan Implikasinya Terhadap Kinerja PJT II (Studi Kasus Jatiluhur)

Basir Barthos dan Syamsuddin Mansoer

Abstract


From the studies of supply behavior and water demand at the irrigation was identified its using which was too wasteful about 90,3 % from the water total distribution it was the result of the impact of the non put the price toward irrigation water in turn it  effect significantly to the PJT II total income, on the other hand water quantity and quality is more and more descent the result of the environment damaged which caused flood and drought every year, the institutional which is still overlapping imprinted, while the necessity which rise inclined until needed an integrated management.

The research result indicates that intermitten water distribution system can increase the efficiency between 40-50 % compared with the continuous system (continous flow), the deviation of both systems can give a plus point to the performance of PJT II which can be used for the necessity out of the agriculture.

The water resources supply is prioritizing to the social function however administration of water resources demand should be done on economical low principles with considering steadily the social function to create water user fairnees, the user and polluter must pay the expense of water resources management service (BJP-SDA) which is referred to the rational economy calculation, such as depreciation expense, amortization and interest, maintain and operational expense, development expense and also considered there is an externality expense especially for the industry sector.

The involvement of the stakeholders hold an important role in increasing the performance of PJT II especially which is interrelated direct in the field in supervising to the farmers diciplines to run the schedule and planting system which has agreed and set together.

The making efficient use of water resources such as the use management, supplying, demand, development, and the effort of water resources is influenced significantly to the performance of the organization and human resource of PJT II. The total income of PJT II is significant influenced to the water alloction for the domestic, industry and houses necessity. The allocation of water irrigation does not influence to the total income because the irrigation water which has common resources while the income of PJT II is dominated from the electrical service the result of the turbine using optimizing. The water demand for agriculture has a potential conflict with the non agriculture in the future. Because decreasing water supply and increasing population and highes activities of industry sector.

Keyword :  The making efficient use of water resources, Supply demand, Water pricing, intermitten irrigation, and stakeholders coalition.


Full Text:

PDF

References


ANWAR, A DAN ANSOFINO. 2008. Penyelamatan Tanah, Air, dan Lingkungan. Jakarta. Yayasan Obor.

ARIFIN, BUSTANUL. 2007. Diagnosis Ekonomi Politik Pangan dan Pertanian. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

AL RASYID, HARUN. 1994. Teknik Penarikan Sampel dan Penyusunan Skala. Bandung : Program Pascasarjana UNPAD

ARIKUNTO, SUHARSIMI, 1996. Prosedur Penelitian Study Pendekatan Praktek. Jakarta : PT Rineka Cipta.

AZWAR. S. 2001. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

BARLOW, M dan CLARKE, T. 2005. Blue Gold : Perampasan dan Komersialisasi Sumber Daya Air. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

BAUMANN, D.D. BOLAND, J.J, HANEMANN, W,M. 1998. Urban Water Demand Management And Planning. New York : Mc. Graw-Hill, Inc.

BUDIMAN, ARIEF. 2000. Teori Pembangunan Dunia Ketiga. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

CAPORASO, J.A DAN LEVINE D.P. 1992. Theories of Political Economic. Cambridge University Press, Cambridge.

DHARMA, SURYA. 2009. Manajemen Kinerja, Falsafah Teori dan Penerapannya. Jakarta : Pustaka Belajar

DINAR, A, ROSEGRANT, M.W. dan DICK R.M. 1997. Water allocation Mechanisms : Priciples and Examples, Policy Research Working Paper 1779. Worl Bank, IFPRI, tt.

FAUZI, AHMAD. 2004. Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan : Teori dan Aplikasi, Jakarta : Penerbit Gramedia Pusaka Utama.

HOWE, C.W., SCHURMEIER, E.R., and SHAW, W,D., Jr. 1986. Innovative Approaches to Water Allocation: The Potential For Water Markets. Water Resources Research.

JUANDA, BAMBANG. 2007. Metode Penelitian Ekonomi dan Bisnis. Bogor. IPB Press.

JUANDA, BAMBANG. 2008 Modul Kuliah Ekonometrika. Bogor. Departemen Ilmu Ekonomi, Falkutas Ekonomi dan Manajemen IPB.

KELANA, S. A. DAN WIJAYA C. 2005. Riset Keuangan. Pengujian-Pengujian Empiris. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

KLINNEY, RL. 1999. Valuation Of Nonagricultural Demand For Water. Swim Paper World Bank Number: 6.tt.

KOENTJARANINGRAT. 1991. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. (Redaksi). Jakarta : PT Gramedaia Pustaka Utama.

KUNCORO, MUDRAJAD. 2004. Metode Kuantitatif. Teori dan Aplikasi Untuk Bisnis dan Ekonomi. Edisi Kedua. Unit Penerbit dan Percetakan AMP YKPN. Yogyakarta.

NORTH, D.C. 1990. Institutions, Intutional Change, And Economic Performance, Cambridge University Press. UK.

NUGROHO, BHUONO, AGUNG. 2005. Strategi Jitu Memilih Metode Statistik Penelitian dengan SPSS. Yogyakarta : Penerbit Andi.

NATASAPUTRA, SUARDI. 2005. Model Matematik Terpadu Manajemen Sistem Sumberdaya Air, Berbasis Regional dan Otonomi Daerah (Studi Kasus DAS Cimanuk Jawa Barat. Institut Teknologi Bandung.

PASANDARAN, E. 2006. Politik Ekonomi Sumberdaya Air di Indonesia. Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Hal 11 - 46.

PEARSON, S., GOTSCH,C., DAN BAHRI,S. 2005. Applications of the Policy analysis Matrix. In Indonesian agriculture. Jakarta. Yayasan Obor.

PRATISTO, ARIF. 2004. Cara Mudah Mengatasi Masalah Statistik dan Rancangan Percobaan dengan SPSS 12. PT. Elex Media Komputindo. Jakarta.

RACHBINI, DIDIK, J. 2004. Ekonomi Politik Kebijakan dan Strategi Pembangunan. Jakarta : Granit.

RADMINTO DAN WINARSIH A.S. 2007. Manajemen Pelayanan. Yogjakarta : Pustaka Pelajar

RIDUWAN DAN ACHMAD KUNCORO. 2007. Cara Menggunakan dan Memaknai Analisis Jalur (Path Analysis). Bandung : Alfabeta.

ROBERT. J. KODOATIE DAN BASOEKI. 2005. Kajian Undang-Undang Sumberdaya Air. Yogyakarta : Penerbit Andi Offset.

ROSEGRANT, M.W., X. CAI and S.A. CLINE. 2002. World Water and Food to 2025 : Dealing With Scarcity. International Food Policy Research Institute, Washington, D.C. www.ifpri.org.

SAEFULHAKIM, R.S. 1999. Permasalahan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Kawasan Perdesaan : Kerusakan Lingkungan dan Kaitannya dengan Penataan Ruang dan Pengembangan Kawasan Perdesaan. Pokok-Pokok Bahasan dalam Forum Diskusi Panel dengan Tema “Pengelolaan Lingkungan Hidup di Pedesaan dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah. Jakarta : Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup.

SALETH, R.M. 2002. Water Resource and Economic Development; The Management Of Water Resource. Massachusets : Edward Elgard Publishing Limited.

SARWONO, J. 2007. Analisis Jalur untuk Riset Bisnis dengan SPSS. Yogyakarta : Andi Offset.

SHIKLOMANOV, IGOR. A. 1993. World Fresh Water Resources. In Peter H Gleick (ed). Water in Crisis : A Guide to the World’s Fresh Water Resources. Oxford University Press, Oxford. UK.

SINGARIMBUN, MASRI DAN SOFYAN EFFENDI. (editor). 1989. Metode Penelitian Survei. Jakarta : LP3ES.

SOEMARWOTO, O. 1989. Analisis Dampak Lingkungan. Yogyakarta : Universitas Gajah Mada Press.

SOERJANI, M., ARIEF Y., DAN DEDI, F., 2006. Lingkungan Hidup (The Living Enviroment). Pendidikan, Pengelolaan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan. Jakarta : Yayasan Institut Pendidikan dan Pengembangan Lingkungan (IPPL). Penerbit Restu Agung.

SUARDI NATASAPUTRA. 2005. Model matematik terpadu manajemen system sumberdaya air, berbasis regional dan otonomi daerah. Disertasi . Institut Teknologi Bandung

SUGIYONO. 2003. Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Alfabeta.

SUNARYO, T, WALUYO, T DAN HARNANTO, A. 2004. Pengelolaan Sumber Daya Air ; Konsepdan penerapannya. Malang : Bayumedia Publishing

SUPARMOKO. 1997. Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Suatu Pendekatan Teoritis). Edisi Ke-tiga. Yogyakarta : BPFE.

SUPORAHARDJO. Manajemen Kolaborasi. Bogor : Pustaka LATIN.

SURACHMAD. 1989. Dasar dan Tehnik Research. Bandung : Transito.

SURIPIN. 2002. Pelestarian Sumber Daya Tanah Dan Air. Yogyakarta : Andi Offset.

TOBING, HARAPAN dan ACHMAD BACHRUDIN. 2003. Analisa Data Untuk Penelitian Survei. Bandung : FMIPA UNPAD.

VANDHANA SHIVA. 2002. Water Wars: Privatisasi, Profit, dan Polusi. Yogyakarta : Insist Press.

WAHANA KOMPUTER, 2005. Pengembangan Analisis Multivariate dengan SPSS 12. Penerbit Salemba Infotek. Jakarta.

WIDHIANTHINI. 1999. Dampak Penentuan Harga Air Terhadap Pola Tanam Dan Pendapatan Petani Serta Peranan Subak Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Irigasi. Tesis. Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.

WILLIAMSON, O.E. 1975. Markets and hierarchies : Analysis and antitrust implication, free press. New York.

YAKIN, ADDINUL. 2004. Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan. (Teori dan Kebijaksanaan Pembangunan Berkelanjutan. Jakarta : Akademika Presindo.

ARTIKEL, MAKALAH

ANSOFINO, ELAN MASBULAN DAN LUH PUTU SUCIATI. 2004. Model Pengelolaan Sumberdaya Air dan Lahan Pada Kerjasama Ekonomi Inter Regional Untuk Meningkatkan Pembangunan Ekonomi Wilayah. Tentang Perilaku Supply-Demand Air di Wilayah Perkotaan dan Pedesaan. Bogor : Lembaga Penelitian IPB.

ANSOFINO, ELAN MASBULAN DAN LUH PUTU SUCIATI. 2004. Model Pengelolaan Sumberdaya Air dan Lahan Pada Kerjasama Ekonomi Inter Regional Untuk Meningkatkan Pembangunan Ekonomi Wilayah. Tentang Optimasi Penggunaan Sumberdaya Air di Suatu Wilayah DAS dengan Kasus Pada DAS Citarum. Bogor : Lembaga Penelitian IPB.

ANWAR, AFFENDI. 1999. Masalah Pengembangan Sumberdaya Air, Pembiayaan Investasi, Alternatif Penentuan Harga Air dan Cara Pengolahan Sistem Irigasi, Makalah untuk Penataran Bupati Angkatan III dan IV serta Pejabat Sekneg, PWD, IPD, Bogor : Institut Pertanian Bogor.

BADAN PUSAT STATSTIK. 2006. Jawa Barat Dalam Angka. Provinsi Jawa Barat : BPS.

BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI (BBWS) CITARUM. 2006. Integrated Citarum Water Resources Management Investment Program/ICWRMIP. Departemen Pekerjaan Umum.

PERUSAHAAN UMUM JASA TIRTA II. 2006. Laporan Keuangan Tahunan Tahun 1996 - 2006. Jatiluhut-Purwakarta-Jawa Barat:PJT II.

SERAGELDIN, I. 1994. Water Supply Sanitation, And Environmental Sustainability : The Financing Challenge, World Bank, Washington D.C.

SJARIEF, R. 2002. Konsep dan peran departemen pemukiman dan prasarana wilayah dalam pengelolaan aset prasarana dan sarana sumberdaya air

SOENARNO dan R. SYARIEF. 1994. Tinjauan Kekeringan Berdasarkan Karakteristik Sumber Air di Pulau Jawa. Makalah pada Panel Diskusi Antisipasi dan Penanggulangan Kekeringan Jangka Panjang, PERAGI dan PERHIMPI, Sukamandi.

SUMARYANTO dan BONAR M. SINAGA. 2003. Estimasi Nilai Ekonomi Air Irigasi dan Strategi Pemanfaatannya dalam Penentuan Iuran Irigasi.

TALBOT, J, F., CEO OF SAUR. 2002. International yang merupakan perusahaan Multinasional keempat terbesar di dunia pada Januari 2002.

TINNEY, E.R. 1971. Water pricing, Journal of soil and water conservation.

TSUR, Y AND DINAR, A. 1995. Efficiency and equity Consideration in Pricing and allocation irrigation water, policy research working paper the world bank.

WORLD BANK DAN ADB. 2001. Prinsip "Air sebagai Komoditas Ekonomis" dan "Privatisasi". WORLD BANK.

YOUNG, R.A. 1996. Measuring economic benefits for water investment and policies, IBRD, world bank, washington D.C.

UNDANG-UNDANG

ALGEMEEN WATER REGLAMENT (AWR) Tahun 1936. Tentang peraturan perairan umum.

UNDANG-UNDANG DASAR 1945

UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1960. Tentang Undang-Undang Pokok Agraria.

UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1974 tentang Pengairan.

UNDANG-UNDANG NOMOR 34 TAHUN 2000 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 18/1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 2004 tentang Sumberdaya Air.

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 20 TAHUN 2006 tentang Irigasi.

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 42 TAHUN 2008 Tentang Pengelolaan Sumberdaya Air.

PERATURAN PRESIDEN NOMOR 12 TAHUN 2008 Tentang Dewan Sumberdaya Air.

PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA BARAT NOMOR 3 TAHUN 2001 tentang Pola induk Pengelolaan Sumberdaya Air di Jawa Barat




DOI: https://doi.org/10.37721/je.v13i2.70

Refbacks

  • There are currently no refbacks.