RESILIENSI PADA KETURUNAN TIONGHOA YANG MELAKUKAN KOVERSI AGAMA KE ISLAM

Nirtafitri Trianisa

Abstract


Dikotomi Islam-Tionghoa yang berkembang di masyarakat saat ini,  menimbulkan pengaruh yang besar terhadap etnis Tionghoa yang ingin berkonversi ke Islam. Mereka harus siap mendapat pandangan negatif dari etnisnya sendiri maupun pandangan yang janggal dari kalangan Islam sendiri. Namun,  ada sebagian dari mereka yang mampu untuk bangkit dan bertahan dari masalah tersebut serta berhasil menjadi individu yang lebih baik. Mereka adalah individu yang dapat mengembangkan kemampuan resiliensinya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kemampuan resiliensi pada keturunan Tionghoa yang melakukan konversi agama ke Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek tiga orang keturunan Tionghoa yang melakukan konversi agama ke Islam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan resiliensi yang berkembang pada ketiga subjek berbeda-beda. Pada subjek pertama, kemampuan resiliensi yang berkembang adalah regulasi emosi, pengendalian impuls, empati, optimisme, dan reaching out. Kemampuan yang kurang berkembang pada YK adalah efikasi diri dan causal analysis. Pada subjek kedua, kemampuan resiliensi yang berkembang adalah regulasi emosi, pengendalian impuls, empati, optimisme, efikasi diri, dan reaching out sedangkan kemampuan yang kurang berkembang adalah causal analysis. Pada subjek ke tiga, kemampuan resiliensi yang berkembang adalah regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, causal analysis, efikasi diri, dan reaching out sedangkan kemampuan yang kurang berkembang adalah empati. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa berkembangnya kemampuan resiliensi pada subjek dipengaruhi oleh faktor protektif yang mereka miliki, yaitu komunitas agama Islam yang memberikan dukungan baik secara emosi, moral dan intelektual selama proses konversi.

 

Kata kunci: keturunan tionghoa, konversi agama, resiliensi

Full Text:

PDF

References


Allport, G. W. (1970). Pattern and Growth in Personality. London : Holt, Rineheart and Winston, Inc.

Alvord, M. K. & Grados J. J. (2005). Enhancing Resilience in Children : A Proactive Approach. Professional Psychology : Research & Practice, Vol. 36, Iss. 3, p. 238-245. Retrieved March 10, 2007, from the American Psychology Assosiation website : http://www.apa.org/journals/pro.html.

Antonio, M. Syafi’i. (2005). Orang Cina yang Masuk Islam Nilai Nasionalisme-nya lebih Tinggi, Forum Keadilan No. 31, hal. 40-41. Diunduh dari Forum Keadilan website : http://www.forumkeadilan.com/

Feist, J., dkk. (2017). Teori Kepribadian (Edisi 8). Jakarta : Salemba Humanika.

Clark, Walter Houston. (1958). The Psychology of Religion; An Introduction to Religious Experience and Behavior. New York: Macmillan.

Daradjat, Zakiah. (1996). Ilmu Jiwa Agama. Bandung : Mizan.

Davis, Nancy J. (1999). Resilience: Status of the Research and Research Based Programs. ERIC Digest. University of Illinois at Urbana-Champaign Clearinghouse on Elementary and Early Childhood Education.

Frey, K. (1998). Introduction to Resiliency. (Pdf version).

Giap, The Siaw. (1986). Cina Muslim di Indonesia. Jakarta : Yayasan Ukhuwah Islamiyah.

Hariansyah. (2002). Mencermati Pembinaan Muallaf : Mengungkap aspek-aspek Konversi Agama, Pengetahuan Agama, Religiusitas, dan Cara Pemecahan Konflik. Tesis. Depok : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Isaacson, Bonnie. (2002). Characteristics and Enhancement of Resiliency in Young People : A Research Paper, Diunduh dari the University of Winsconsin-Stout website: http://www.uwstout.ede/lib/thesis/2002/2002isaacsonb.pdf.

Lewis, J. (1996). Resiliency (Pdf Version). Diunduh dari the Context website:http://www.reninc,org/CONTEXTPDSN/Cx16-121.pdf.

Madya. (2000). Diunduh dari from Swara Muslim website : http://www.swaramuslim.net/ISLAM/more.php?id=548_0_4_0_M)

Poerwandari, E. K. (2005). Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. LPSP3 : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Rambo, L. R. (1991). Understanding Religious Conversion. London : Yale University Press.

Reivich, K. and Shatte, A. (2002). Resilience Factor. London : Yale University Press.

Tanudjaja, Syarif. (2000). Sekilas tentang Pembinaan Iman Tauhid Islam d/h Persatuan Islam Tionghoa Indonesia. Diunduh dari website: http://www.muslimtionghoa.com/index.php?action=generic_content.main&id_gc=45.

Templeton, John M. & Schwartz, A.J. (2000). The Nature of Spritual Transformation : A Review of Literature. Retrived December 15, 2006, from website :

Trisnanto, A M Adhy. (2005). Refleksi Menyambut Muswil PITI Jawa Tengah, Quo Vadis Tionghoa Muslim ?. Retrieved December 15, 2006, from Suara Merdeka website : http://www.suaramerdeka.com/harian/0503/23/opi3.htm.

Wolin, Sybil & Wolin, Steven. (1999). Project Resilience. Diunduh dari website Project Resilience website: http://www.projectresilience.com.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.