PENERIMAAN DIRI PADA ANAK DENGAN LEUKEMIA MYELOBLASTIK AKUT
DOI:
https://doi.org/10.37721/psi.v9i2.751Abstract
Jumlah kanker anak sekitar 3%-5% dari keseluruhan penyakit kanker, namunmenjadi penyebab kematian kedua terbesar pada anak di rentang usia 5-14 tahun.Setiap tahun lebih dari 175.000 anak di dunia didiagnosis kanker, dan diestimasi90.000 di antaranya meninggal dunia (P2PTM Kemenkes RI, 2018). Kanker darahatau biasanya disebut leukimia merupakan jenis kanker darah yang membutuhkanperawatan dan pengobatan yang berkelanjutan. Pengobatan kemoterapi yangberkelanjutan selain memberikan efek terapeutik juga memberikan efek sampingpada anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berupa studi kasusdengan satu subjek yaitu penderita leukemia jenis AML (Acute MyeloblasticLeukemia). Subjek saat penelitian dilakukan berusia 14 tahun. Dalam pengumpulandata peneliti melakukan wawancara, observasi dan pemeriksaan psikologis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami perubahan-perubahan fisikseperti mengalami kebotakan, penurunan berat badan, sering mengalami pusing dannafsu makan berkurang. Perubahan perilaku yang tampak merasa malu, mengurungdiri, dan kehilangan kepercayaan diri akibat perubahan fisik yang dialami. Reaksiemosional seperti marah, sedih, takut dan terbayang akan kematian juga terlihatsetelah mengalami perubahan pada dirinya. Selain itu, terjadi perubahankemampuan kognitifnya dimana subjek menjadi sering lupa. Dengan berbagaidampak yang dialami, subjek sudah mampu menerima keadaan dirinya denganbaik. Dimana subjek sudah dapat mengenali kekurangan dan kelebihan dalamdirinya, adanya harapan terhadap keadaan diri dan tidak merasa putus asa denganadanya penyakit yang dialami sehingga ia termotivasi untuk mengikuti semuapengobatan dan perawatan. Selain itu, dukungan dari keluarga dan teman sebayajuga memberikan peranan penting untuk membantu subjek menerima keadaandirinya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan diri S antara lain:pemahamannya yang baik tentang diri dan efek pengobatan yang ia alami, sikapkeluarga dan teman-teman yang sangat membantu dan mendukungnya terus dalampengobatan, tidak adanya gangguan emosional yang berat, dan konsep diri yangstabil.Keywords: dukungan sosial, kanker darah, leukemia, penerimaan diriReferences
Amylia, Y. & Surjaningrum, E. 2014. Hubungan antara Persepsi Dukungan Sosial
dengan Tingkat Kecemasan pada Penderita Leukemia. Jurnal Psikologi
Klinis dan Kesehatan Mental. 3(2). Hal 79-84.
Chaplin, J. P. 2005. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Dewi, N. A. 2017. Hubungan antara Penerimaan Diri dengan Kebahagiaan Peserta
Didik (Studi Korelasional di SMP Negeri 3 Lembang Tahun Ajaran
/2018). Skripsi. Universitas Pendidikan Indonesia. Repository.upi.edu.
Heriyadi, A. 2013. Meningkatkan Penerimaan Diri (Self-Acceptance) Siswa Kelas
VIII Melalui Konseling Realita di SMP Negeri 1 Bantarbolang Kabupaten
Pemalang Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi. Fakultas Ilmu Pendidikan
Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Semarang.
Hurlock, E. B. 1993. Psikologi Perkembangan Anak. Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Kemenkes, 2011. Draft II Pedoman Penemuan Dini Kanker Pada Anak.
Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jenderal PP & PL Direktorat
Pengendalian Penyakit Tidak Menular
Lubis. N. L & Hasnida, (2009). Dukungan Sosial pada Pasien Kanker, Perlukah?.
Medan. USU Press.35
JP3SDM,
Vol. 10. No. 1
(2021)
Penerimaan Diri Pada Anak dengan Leukemia Myeloblastik Akut
McDougal. S. (1997). Children with Cancer: Effect & Educational Implications.
Indiana University.
http://www.Acor.org/pedone/cfissues/backtoschool,cwc.html.
Patton, M. Q. (2002). Qualitative research & evaluation methods (3th ed). London:
Sage Publications.
Permatasari, V. & Gamayanti, W. 2016. Gambaran Penerimaan Diri (SelfAcceptance) pada Orang yang Mengalami Skizofrenia. Psympathic, Jurnal
Ilmiah Psikologi. 3(1). Hal 139-152.
P2PTM Kemenkes RI. 2018. Kenali Gejala Dini Kanker pada Anak.
http://www.p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/pusat-/kenali-gejala-dinikanker-pada-anak
Poerwandari, E. (1998). Pendekatan kualitatif dalam penelitian psikologi. Jakarta:
Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi
(LPSP3).
Salim, A. (2001). Teori dan Paradigma Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana
Sarafino. E. P. (2002). Health Psychology, Biopsychosocial Interaction. Fourth
edition. New York: John Wiley & Sons, Inc.
Sukmawati, A. & Supradewi, R. 2019. Hubungan antara Dukungan Sosial dengan
Penerimaan Diri pada Pasien Wanita Penderita Kanker Payudara Pasca
Mastektomi di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Proyeksi. 14(1).
Hal. 32-42.
Yenni. 2014. Rehabilitasi Medik pada Anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut.
Jurnal Biomedik (JBM). 6(1). Hal 1-7.