FENOMENA BUDAYA POP DALAM RUANG PUBLIK KOTA YOGYAKARTA

Laksmi Widyawati

Abstract


Budaya Popular adalah budaya yang secara sengaja diciptakan oleh media
massa, dengan cara media massa menyampaikan segala sesuatu terkait budaya apa
yang akan dimunculkan untuk diadopsi atau dikonsumsi oleh masyarakat. Budaya
pop menarik untuk dikaji, karena berbeda dengan budaya luhur yang sudah ada turun
temurun. Budaya pop awalnya terlihat sebagai fenomena hiburan populer budaya
biasa, namun ternyata mampu menunjukkan “keluarbiasaan”nya dan menjadi viral.
Dalam hal ini saya akan mengupas masalah budaya pop itu sendiri dikaitkan dengan
fasilitas ruang publik dalam kehidupan perkotaan.
Ruang publik kota pada dasarnya merupakan ruang yang terbentuk karena
kebutuhan manusia untuk berkumpul, tanpa perbedaan. Dalam perkembangan kota
Yogyakarta, ruang publik kota berkembang terutama di sekitar pusat kota. Fungsi
ruang publik bukan sekadar penghijauan saja, tetapi bisa menjadi media menjalin
harmonisasi antar kelompok masyarakat. Ruang publik bisa diisi dengan seni budaya
yang tidak perlu diorganisasi secara besar-besaran tetapi membiarkan kelompok
masyarakat berkreasi dengan seninya sendiri.
Tulisan ini merupakan hasil pengamatan/studi terhadap prilaku budaya yang
diekspresikan oleh masyarakat kota pada suatu ruang publik kota yaitu jenis hiburan
tari maupun musik pada ruang publik kota Yogyakarta. “Beksan” atau tarian
tradisional yang ditampilkan anak-anak muda di Titik Nol dan Maliororo menjadi
flashmob dan viral, membuat gerakan masyarakat ingin belajar menari tradisional.
Selain itu, ada juga hiburan yang sudah berlangsung bertahun tahun di beberapa
ruang publik Kota Yogyakarta seperti di Taman Budaya Yogyakarta . Kota pusaka
dengan karakter kota yang unik menarik untuk dijadikan obyek studi.
Kata Kunci: budaya pop, ruang publik kota, titik nol kilometer Yogyakarta, Pasar
Kangen, Flash mob

Full Text:

PDF

References


Budiharjo, Eko (2014), Reformasi Perkotaan, Penerbit Kompas

Gehl,Jan (2007), Open Space People Space, Island Press, Wahington, PDF

Gustini Henny, “ Studi Budaya di Indonesia”, 2012, Pustaka Setia Bandung

Heryanto Ariel, “Budaya Populer di Indonesia, Mencairnya Identitas Pasca Orde

Baru”, 2012, Jalasutra

Koentjaraningrat, “Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan”, 1983, Gramedia

Lynch,Kevin (1979) Image of The City, Cambrigde, Mass; The Massachusetts Institut

of Technolog Press

Sediawati Edy, “Sejarah Kebudayaan Indonesia”, 2009, Raja Grafindo

“Macam-Macam Kesenian Daerah di Indonesia’, https://ilmuseni.com/dasarseni/macam-macam-kesenian-daerah diakses 11 Desember 2018

“Budaya Massa dan Budaya Populer” -

http://blogs.unpad.ac.id/indrairawan0068/2012/06/15/budaya-massa-danbudaya-populer/ diakses 1 November 2018

http://download.portalgaruda.org/article.php?article=380272&val=8454&title=Siaran

%20Budaya%20Sebagai%20Upaya%20Melestarikan%20KebudayaanDaerah

%20Melalui%20Program%20Acara%20%20di%20TVRI%20D.I.Yogyakarta

diakses 5 November 2018

“Kawan Nol Kilometer Yogyakarta”, https://gudeg.net/direktori/1751/kawasan-nolkilometer-yogyakarta.html, diakses 10 Juli 2019

“Pasar Kangen Jogja 2019” https://jogja.tribunnews.com/2019/07/12/pasar-kangenjogja-2019-dibuka-hari-ini-berikut-jadwal-pentas-seni-dari-pembukaan-hinggapenutupan, diakses 13 Juli 2019




DOI: https://doi.org/10.37721/kalibrasi.v2i0.580

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat sekretariat : Fakultas Teknik Un-Bor. Jl. Raya Kalimalang No. 1 Jakarta 13430

Telp. 021 8613868; 8613877, e-mail : jurnal.teknik@borobudur.ac.id   

Jurnal KaLIBRASI ini merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan untuk publikasi disiplin ilmu Teknik, yang mencakup Prodi Teknik Sipil, Prodi Arsitektur dan Prodi Teknik Industri

Jurnal diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September